PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) melakukan pertemuan strategis dengan delegasi investor asal Cina, Mr. Steven, guna membahas rencana besar pengembangan kawasan industri di Kawasan Industri Tenayan (KIT). Mr. Steven hadir sebagai perwakilan dari konsorsium beberapa perusahaan besar asal Cina yang menaruh minat serius untuk menanamkan modalnya di Riau. Pertemuan ini merupakan langkah lanjut dari survei lahan yang telah dilakukan sebelumnya, guna memastikan kesiapan infrastruktur KIT dalam menampung ekspansi industri skala internasional. Pembahasan MoU dan Akselerasi Sektor Industri Dalam agenda pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan hukum kerja sama antara pihak investor dengan pemerintah daerah. Fokus utama dari kerja sama ini adalah pembukaan dan pengembangan berbagai sektor industri strategis yang mencakup pengolahan material berat, pengembangan energi terbarukan, hingga sistem pengelolaan lingkungan yang terintegrasi di dalam kawasan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa KIT tidak hanya menjadi lahan kosong, tetapi bertransformasi menjadi pusat manufaktur dan energi yang mandiri. Investasi ini diproyeksikan akan membawa dampak masif bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui transfer teknologi dan pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Pekanbaru. Kami sangat menyambut baik antusiasme Mr. Steven dan konsorsium perusahaan Cina untuk membangun proyek-proyek strategis di Pekanbaru. Melalui rencana MoU ini, kami berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan memastikan kehadiran industri ini memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah. Dengan adanya rencana investasi besar ini, Kawasan Industri Tenayan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian barat yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan.